Wednesday, 30 November 2016

4 Landmark di Kota Manado Ini Punya Kisah yang Agung dan Pesan Moral yang Mendalam


Sumber: plus.google.com
Setujukah Anda jika setiap kota memiliki landmark yang unik? Landmark yang dimiliki setiap kota ataupun negara selalu menjadi obyek wisata yang seru dan diincar. Pada umumnya para wisatawan akan mengunjungi beberapa landmark dan mengabadikan foto berlatarkan landmark suatu kota ataupun negara. Hal tersebut biasa dilakukan para wisatawan sebagai tanda bahwa mereka pernah berkunjung ke tempat tersebut.

Tapi, keunikan landmark yang dimiliki setiap kota atau negara tak hanya sampai di situ. Setiap landmark memiliki arti dan kisah tersendiri. Di Manado, Anda bisa menemukan banyak landmark yang unik. Kalau Anda punya rencana untuk wisata ke Manado, cobalah untuk mendatangi beberapa spot dimana landmark tersebut berada.
Beberapa landmark yang akan dibahas kali ini merupakan landmark yang akan mengingatkan kita pada masa perjuangan merebut kemerdekaan. Landmarks ini juga mengandung pesan moral yang akan membuat kita lebih memaknai perjuangan dan kehidupan dengan sudut pandang yang lebih bijak lagi. Penasaran ingin tahu landmark apa saja yang akan dibahas dari kota Manado kali ini? Berikut ulasannya.
1.     Patung Maria Walanda Maramis (Patung Ibu dan Anak)

Sumber: sitaro.wordpress.com
Landmark pertama yang biasa dijadikan sebagai obyek wisata adalah Patung Maria Walanda Maramis. Jika ingin melihat landmark yang satu ini, Anda bisa datang ke Kelurahan Komo Luar.

 
Sumber: Wikimedia.org 

Beliau adalah seorang ibu pelopor pejuang kaum wanita di bidang pendidikan pada zaman Belanda sekaligus pendiri organisasi Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya (PIKAT). Sosoknya yang begitu mencirikan kepribadian Ibu Sejati asal Sulawesi Utara inilah yang menginspirasi bentuk dari Patung Maria Walanda Maramis yang kini berdiri kokoh. Bentuk Patung Maria Walanda Maramis dibuat sedemikian rupa dengan sosok Maria Walanda Maramis menuntun seorang anak perempuan. 

Anda pun setuju bukan, jika dikatakan bahwa hanya dengan melihat bentuk patungnya saja sudah sangat menyentuh hati? Apalagi mendengar kisah di balik sosok Ibu Maria Walanda Maramis tersebut. 
  
2.     Patung Sam Ratulangi

Sumber: sitaro.wordpress.com   
Patung yang selanjutnya adalah Patung Sam Ratulangi yang terletak di depan Kantor Pusat Universitas Sam Ratulangi. Nama Sam Ratulangi diambil dari nama panjangnya, yaitu Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi. Sam Ratulangi dikenal sebagai pahlawan kemerdekaan dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara. Lahir pada tanggal 5 November 1890 di kota Tondano dan tutup usia pada tanggal 30 Juni 1949 di Ibu Kota Indonesia, yaitu Jakarta.

Beliau memiliki prinsip hidup yang begitu bijak, yaitu “Si Tou Timou Tumou Tou” atau yang artinya “Manusia dilahirkan untuk memanusiakan orang lain”. Prinsip ini jugalah yang menjadi alasan mengapa nama beliau dijadikan nama Universitas Sam Ratulangi. Diharapkan, prinsip Sam Ratulangi dapat memotivasi insan akademik Universitas Sam Ratulangi agar mereka mampu menimba ilmu dan mengabadikannya dengan tujuan mulia yaitu untuk pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara.

3.     Tugu Perdamaian di Bukit Kasih Kanonang

Sumber: pinterest.com

 Masih di Sulawesi Utara, Anda bisa mengunjungi landmark yang biasa disebut sebagai wisata toleransi agama, yaitu Tugu Perdamaian. Tugu Perdamaian ini baru dibangun pada tahun 2002 sebagai simbol perdamaian antar agama, agar sesama masyarakat yang berbeda agama sekalipun dapat saling menghormati dan mengasihi. Lantas, kehidupan yang damai dan tenang pun dapat terealisasi.

Tugu yang berdiri kokoh di Bukit Kasih Kanonang, Kabupaten Minahasa ini menjulang tinggi sekitar 22 meter dengan lima bidang sisi. Setiap sisinya masing-masing menggambarkan simbol dari 5 agama besar di Indonesia. Uniknya lagi, di sekeliling tempat ini juga dibangun 5 tempat ibadah yang masing-masing mewakili 5 agama yang berbeda. Dengan demikian, Anda bisa melihat semua tempat ibadah apabila Anda berdiri dari samping Tugu Perdamaian ini.

4.     Patung Pasukan Batalyon Worang
 
Sumber: ceritadimulai.blogspot.com
Beranjak ke landmark berikutnya yaitu Patung Pasukan Batalyon Worang. Pasukan Batalyon Worang merupakan salah satu Batalyon yang berada dibawah Markas Besar Angkatan Darat, dipimpin oleh Mayor Hein Victor Worang.

Patung Pasukan Batalyon Worang ini dibangun dengan maksud mengingatkan masyarakat akan jasa pasukan Batalyon Worang melawan pemberontakan penduduk lokal pada awal kemerdekaan Indonesia yang kala itu mendukung Belanda. Ketika itu, Pasukan Batalyon Worang ditugaskan ke Manado demi mempertahankan keutuhan NKRI dari gerakan separatis. Pertumpahan darah pun tak terelakkan. Meski demikian, Pasukan Batalyon Worang tetap berjuang untuk bisa merdeka dan mempertahankan NKRI.

Worang lahir pada tanggal 12 Maret 1919 di kota Tontalete dan meninggal dunia pada usianya yang ke-63 tahun. Semasa hidupnya, beliau juga merupakan putera Minahasa pertama yang berhasil menjadi Jenderal TNI AD bintang satu dan dua, serta pernah juga dilantik menjadi Gubernur Sulawesi Utara pada tahun 1967.


Itulah 4 Landmark kota Manado yang memiliki makna mendalam. Kalau Manado punya 4 landmark di atas, bagaimana dengan kota Anda? Karena setiap kota pasti memiliki landmark dengan kisah yang bijak dan menyentuh. Untuk itu, jaga selalu landmark yang ada. Selamat menyibak kisah dibalik landmark, traveler,:)